Oleh: geomatika07 | September 10, 2009

Pernak Pernik 10 Tahun Teknik Geomatika – ITS

- Untuk Alumni -

brosur alumni

- Untuk Mahasiswa -

brosur mahasiswa

Pemesanan untuk Alumni :

Jaket : Rp. 125.000

Polo: Rp. 75.000

Stiker :

Pride Geomatik – 15.000 (2 stiker)

Teknik Geomatika ITS – 10.000 (3 stiker)

Pin : Rp. 10.000

=============================

Pemesanan Untuk Mahasiswa

Jaket : Rp. 100.000

Polo: Rp. 50.000

Stiker :

Pride Geomatik – 5.000

Teknik Geomatika ITS – 2.500

Pin : Rp. 5.000

*******************************************

Pemesanan Pada :

Aulia G9 (085730601464) & Workshop HIMAGE – ITS 2009/2010

Pembayaran lewat rekening BNI : 0131 652 561

atas nama Aulia Mustika Akbari

Segala Keuntungan dari hasil penjualan akan membantu pendanaan rangkaian acara 10 Tahun Geomatika – ITS. Terima Kasih

*————————————————–*

Detail

Jaket 10thn Geomatika

Jaket 10thn Geomatika

logo di kaos

logo di kaos

POLO SHIRT

POLO SHIRT

Jaket - kanan atas

Jaket - kanan atas

Logo Jaket 10 TG - belakang

Logo Jaket 10 TG - belakang

*klik gambar untuk memperbesar

Oleh: geomatika07 | Agustus 30, 2009

Program Kreatifitas Mahasiswa 2009

PKM merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (DP2M), Ditjen Dikti dalam meningkatkan kualitas peserta didik (mahasiswa)
di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan
akademis dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan
ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian serta memperkaya budaya nasional.

PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan
inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dalam rangka
mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri
dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap
tanggungjawab, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui
kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.

Jenis PKM,  Penjelasan Umum :
PKM-P

merupakan program penelitian yang bertujuan antara lain: untuk mengidentifikasi
faktor penentu mutu produk, menemukan hubungan sebab-akibat antara dua
atau lebih faktor, menguji cobakan sebuah bentuk atau peralatan, merumuskan
metode pembelajaran, melakukan inventarisasi sumber daya, memodifikasi
produk eksisting, mengidentifikasi senyawa kimia di dalam tanaman, menguji
khasiat ekstrak tanaman, merumuskan teknik pemasaran, survei kesehatan anak
jalanan, metode pembelajaran aksara Bali di siswa sekolah dasar, laju
pertumbuhan ekonomi di sentra kerajinan Kasongan, faktor penyebab tahayul
yang mewarnai perilaku masyarakat Jawa dan lain-lain kegiatan yang memiliki
tujuan semacam itu.
PKM-T

merupakan program bantuan teknologi (mutu bahan baku, prototipe, model,
peralatan atau proses produksi, pengolahan limbah, sistem jaminan mutu dan
lain-lain) atau manajemen (pemasaran, pembukuan, status usaha dan lain-lain)
atau lainnya bagi industri berskala mikro atau kecil (industri rumahan, pedagang
kecil atau koperasi) sesuai kebutuhan calon mitra program. PKMT mewajibkan
mahasiswa bertukar pikiran dengan mitra terlebih dahulu, karena produk PKMT
merupakan solusi atas persoalan yang diprioritaskan mitra. Dengan demikian, di
dalam usul program harus dilampirkan Surat Pernyataan Kesediaan
Bekerjasama dari Mitra pada kertas bermaterai Rp 6.000,- .
PKM-K

merupakan program pengembangan ketrampilan mahasiswa dalam
berwirausaha dan berorientasi pada profit. Komoditas usaha yang dihasilkan
dapat berupa barang atau jasa yang selanjutnya merupakan salah satu modal
dasar mahasiswa berwirausaha dan memasuki pasar.
PKM-M

merupakan program bantuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam upaya
peningkatan kinerja, membangun keterampilan usaha, penataan dan perbaikan
lingkungan, penguatan kelembagaan masyarakat, sosialisasi penggunaan obat
secara rasional, pengenalan dan pemahaman aspek hukum adat, upaya
penyembuhan buta aksara dan lain-lain bagi masyarakat baik formal maupun
non-formal.
PKM-AI

merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan
mahasiswa dalam pendidikan, penelitian atau pengabdian kepada masyarakat
yang telah dilakukannya sendiri (studi kasus, praktek lapang, KKN, PKM,
magang, dan lain-lain).
PKM-GT

merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau
gagasan kelompok mahasiswa. Gagasan yang dituliskan mengacu kepada isu
aktual yang dapat ditemukan di masyarakat dan memerlukan solusi hasil karya
pikir yang cerdas dan realistik.

Dalam upaya mengefisienkan proses penilaian dan penyediaan reviewer, maka seluruh usulan
akan dikelompokkan ke dalam masing-masing bidang PKM yang dituju (-P, -T, -K, -M, KT).
Selanjutnya setiap usulan dalam setiap bidang PKM dikelompokkan lagi ke dalam tujuh kelompok
bidang ilmu, yaitu:
1. Bidang Kesehatan, meliputi: Farmasi, Gizi, Kebidanan, Kedokteran, Kedokteran Gigi,
Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Psikologi.
2. Bidang Pertanian, meliputi: Kedokteran Hewan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Pertanian,
Peternakan, Teknologi Pertanian.
3. Bidang MIPA, meliputi: Astronomi, Biologi, Geografi, Fisika, Kimia, Matematika.
4. Bidang Teknologi dan Rekayasa, meliputi: Informatika, Teknik, Teknologi Pertanian.
5. Bidang Sosial Ekonomi, meliputi: Agribisnis (Pertanian), Ekonomi, Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik.
6. Bidang Humaniora, meliputi: Agama, Bahasa, Budaya, Filsafat, Hukum, Sastra, Seni.
7. Bidang Pendidikan, meliputi Program Studi Ilmu-Ilmu Pendidikan di bawah Fakultas
Kependidikan.

Download Buku Pedoman PKM 2009 (sumber dikti.org)


Gedung Rektorat, ITS Online – Salah satu keynote speaker, Dirjen Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah BPN, menjelaskan tentang kesiapan yang dilakukan oleh BPN dalam menyambut Kadaster 2014. Berbagai persiapan telah disiapkan BPN seperti restrukturasi organisasi. Hal ini membuat BPN mengalami kemajuan dalam segi pelayanan. “Bahkan telah dibentuk pula layanan keliling untuk masyarakat,” ungkap Firmansyah.

Acara yang dirancang untuk mengupas permasalahan kadaster yang terjadi di masyarakat ini disambut antusias oleh para peserta. Peserta pun tak tanggung-tanggung menanyakan tentang waktu yang lama dan birokrasi yang berbelit-belit dalam mengurus kadaster. Firmansyah pun mengungkapkan tentang adanya transparasi dalam setiap kadaster yang diurus oleh BPN. Bahkan, untuk proyek nasional BPN tak menarik bayaran. “Kalau waktu pengurusannya lama, mungkin karena tanahnya masih bermasalah dengan yang lain,” papar Firmansyah.

Mengenai permasalahan kadaster, Ir Yuwono MS selaku ketua panitia ikut mengungkap pendapatnya. Banyak masalah yang terjadi dalam pelaksanaan kadaster, contohnya saja tentang Ruang Terbuka Hijau (RTH). Idealnya RTH di tiap kota tiga puluh persen, namun kenyataannya RTH di Surabaya hanya mencapai sepuluh persen. “Karena itu selain BPN, kami juga mengundang perwakilan Real Estate Indonesia (REI) untuk mengisi seminar,” ujar Yuwono. Dosen Geomatika ini juga berharap agar lewat acara ini semua pihak memperoleh pencerahan dalam memperbaiki kondisi tanah di perkotaan.

Diakui Yuwono peran serta ITS dalam kadaster 2014 sangat penting. Hal ini disebabkan salah satu bidang yang dipelajari di Teknik Geomatika meliputi pertanahan. Tentunya mahasiswa jurusan tersebut sangat berperan dalam menjalankan dan mengembangkan kadaster. Selain mendukung dari segi SDM, ITS juga akan berbagi ilmu dan mengembangkan proyek-proyek yang ada dalam kadaster.

Sementara itu, peserta yang mengikuti acara ini berasal dari berbagai universitas. Acara ini pun mampu memikat perhatian para peserta. “Acaranya bagus karena dapat menambah ilmu tentang BPN yang tergolong baru untuk mahasiswa,” ujar Omen, salah satu peserta. (nrf/han)

Oleh: geomatika07 | Juni 2, 2009

Puisi Cinta Seorang Surveyor

Puisi Cinta Seorang Surveyor
IMG97051

Molodensky dan Badekas tak akan pernah mengerti
Transformasi hati yang terjadi di antara kita
Bessel pun tak sanggup merumuskan besaran a dan f
Ah …..tak sebanding dengan proyeksi cintaku

Pertama kali bayangmu jatuh tepat di benang silang hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum
Bagai gelembung nivo tepat di tengah-tengah air raksa
Sudut cintaku lebih besar dari azimuth matahari

Walau jarak kita bagai reciever dan satelit saat orbit terjauh
Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku
Seindah sinyal harmonik sempurna tanpa multipath
Bagai transfer data dengan kecepatan angular tak terbatas

Ketinggian cintaku tak terimbas pasang surut air laut
Kedalaman cintaku tak terukur echosounder
Kontur cintaku tak tergambar software apapun
Profil cintaku membentang sepanjang garis pantai

Ruang tiga dimensi tak mampu memformulasikan matrik cinta kita
Aturan segitiga bola tak dapat menjelaskan sudut-sudut cinta kita
Deret Furier tak bisa menguraikan persamaan cinta kita
Zona UTM terlalu sempit untuk memetakan luas cinta kita
Bahkan hukum perambatan kesalahan pun tak berpengaruh apa-apa

Lihat koordinat cinta kita
Sumbu cintaku tegak lurus dengan sumbu cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik sekutu yang sempurna.
Takakan tergoyahkan parameter translasi atau rotasi

Inilah resultan cinta kita
Nyaris tanpa koreksi dan iterasi

Seseorang yang kembali
Cirebon, 01 Oktober 2004

Diambil dari : http://www.geomatika.its.ac.id/alumni/index.php/2007/03/12/puisi-cinta-seorang-surveyor/

Visi Administrasi Pertanahan dan Tata Ruang Menuju Cadastre 2014
(ditinjau dari Aspek Teknololgi dan Hukum)
Tanggal    :  Rabu, 27 Mei 2009
Pukul    :  08.00 – 15.30 BBWI
Tempat  :  R. Sidang Gedung Rektorat lt.3 – Kampus ITS Sukolilo, Surabaya

KeyNote Speaker :
1.Prof. Dr. Ir. Priyo Suprobo (Rektor ITS)
2.BPN I RI
3.Dirjen Tata Ruang I Dep PU
Pembicara :
1.Kanwil BPN Jatim
2.Bappeko Surabaya Jatim
3.REI Jatim

Biaya Pendaftaran :
Pemakalah
Dosen/Mahasiswa           Rp. 150.000,00
Umum            Rp. 200.000,00
Non Pemakalah
Dosen/Mahasiswa        Rp.  50.000,00
Umum            Rp. 100.000,00

Format Naskah :

1. Judul naskah singkat dan informative, naskah dilengkapi dengan abstrak. Disertai keyword
2. Font Times New Roman, 12pt. Ditulis pada kertas A4,  Spasi tunggal, justified
3. Tidak ditulis bolak-balik dalam satu halaman, panjang naskah tidak boleh melebihi sepuluh halaman. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baku.
4. Tema: “ Visi Administrasi Pertanahan dan Tata Ruang Menuju Kadaster  2014 (ditinjau dari Aspek Teknologi dan Hukum) ”.

Batas pengumpulan paper paling lambat diserahkan kepada pihak panitia pada tanggal 17 Mei 2009.
Paper dapat diserahkan kepada panitia via pos maupun via e-mail.
Via e-mail    : geodesy@its.ac.id
Via pos      : Program Studi Kampus Teknik Geomatika, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Kampus ITS Sukolilo-Surabaya 60111

Contact Person :
- Yuwono (08123232404)
- Agung (081555651925)

Diskusi dalam Simposium Nasional “`What Can We Do For Indonesian Forest” yang menghasilkan kebijakan-kebijakan hutan Indonesia berbasis Pengideraan Jauh, antara lain :
-    Keharusan mandiri didalam citra satelit untuk pengelolaan sumber daya alam
-    Pengsosialisasian data citra dapat diakses gratis
-    Percepat ketersediaannya peta seluruh Indonesia (sekarang hanya 30% untuk skala 1:25.000)
-    Mengintensifkan seluruh hasil citra satelit yang mencakup wilayah Indonesia untuk kepentingan peta dasar nasional.
-    Perlu adanya suatu keintegralistikan dari semua pihak yang berkaitan seperti mahasiswa, dosen, pemerintah dan instansi-instansi terkait
-    Perbanyak pembuatan karya tulis tentang kehutanan untuk menciptakan inovasi baru
-    Memfokuskan pemetaan daerah-daerah terpencil
-    Peta tematik dikawasan hutan Indonesia tersedia
-    Melakukan penghijauan
-    Penambahan dan penyebaran SDM yang merata setiap daerah di Indonesia dengan disiplin ilmu GIS & remote sensing.

Oleh: geomatika07 | Februari 26, 2009

TOR Simposium Nasional

Term of Reference dari acara SIMNAS ini

tor1

tor2

Oleh: geomatika07 | Februari 16, 2009

Stereoskop

Stereoskop ialah suatu alat yang digunakan untuk dapat melihat sepasang gambar/foto secara stereoskopis.
Untuk dapat melihat sepasang foto yang saling overlap secara streoskopis tanpa bantuan perlengkapan optis, sangat dirasakan sekali kesulitannya.
Hal ini disebabkan karena :

1.    Melihat sepasang foto dari jarak yang dekat akan menyebabkan ketegangan pada otot-oto mata.
2.    Mata difokuskan pada jarak yang sangat pendek ± 15 cm dari foto yang terletak diatas meja, sedangkan pada saat itu otak kita mengamati atau melihat sudut paralaktis dengan tujuan dapat membentuk stereo model pada suatu jarak atau kedalaman.

Keadaaan yang demikian sangat mengacaukan pandangan stereoskop.
Karena kesukaran-kesukaran itulah diperlukan suatu stereoskop untuk membantu kita dalam pengamatan.
Ada 2 jenis stereoskop, yaitu :
1.    Stereoskop saku atau stereoskop lensa
-    Lebih murah daripada stereoskp cermin
-    Cukup kecil hingga dapat dimasukkan kedalam saku
-    Terdiri dari susunan lensa convex yang sederhana
-    Mempunyai factor perbesaran yang cukup besar
-    Mudah dibawa ke lapangan
-    Daerah yang dpat dilihat secara stereoskopis sangat terbatas
streoskop-saku

2.    Stereoskop cermin
-    Lebih besar dari stereoskop saku
-    Daerah yang dapat dilihat secara stereoskop lebih luas jika dibandingkan dengan menggunakan stereoskop lensa
-    Karena bentuknya agak besar maka agak lebih sukar dibawa ke lapangan

streoskop-cermin

–> download pdf  interpretasi-foto-udara

Oleh: geomatika07 | Februari 16, 2009

Interpretasi Foto Udara

Fotogrametri dapat didefinisikan sebagai suatu seni, pengetahuan dan teknologi untuk memperoleh data dan informasi tentang suatu objek serta keadaan disekitarnya melalui suatu proses pencatatan, pengukuran dan interpretasi bayangan fotografis (hasil pemotretan). Salah satu bagian dari pekerjaan fotogrametri adalah interpretasi foto udara. Oleh karena itu dengan adanya praktikum tentang interpretasi foto udara  dan pembuatan peta tutupan lahan kali ini diharapkan mahasiswa Program Studi Teknik Geodesi mampu melakukan interpretasi foto udara dengan menggunakan prinsip-prinsip interpretasi yang benar serta dilanjutkan dengan pembuatan peta tutupan lahan. Adapun prinsip yang digunakan dalam interpretasi foto terdiri dari 7 (tujuh) kunci interpretasi yang meliputi : bentuk, ukuran, pola, rona, bayangan, tekstur, dan lokasi. Dengan beracuan pada 7 (tujuh) kunci tersebut maka kita dapat mengidentifikasi dengan jelas objek yang sebenarnya.

Interpretasi foto udara merupakan kegiatan menganalisa citra foto udara dengan maksud untuk mengidentifikasi dan menilai objek pada citra tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip interpretasi. Interpretasi foto merupakan salah satu dari macam pekerjaan fotogrametri yang ada sekarang ini. Interpretasi foto termasuk didalamnya kegiatan-kegiatan pengenalan dan identifikasi suatu objek.
Dengan kata lain interpretasi foto merupakan kegiatan yang mempelajari bayangan foto secara sistematis untuk tujuan identifikasi atau penafsiran objek.
Interpretasi foto biasanya meliputi penentuan lokasi relatif dan luas bentangan. Interpretasi akan dilakukan berdasarkan kajian dari objek-objek yang tampak pada foto udara. Keberhasilan dalam interpretasi foto udara akan bervariasi sesuai dengan latihan dan pengalaman penafsir, kondisi objek yang diinterpretasi, dan kualitas foto yang digunakan. Penafsiran foto udara banyak digunakan  oleh berbagai disiplin ilmu dalam memperoleh informasi yang digunakan. Aplikasi fotogrametri sangat bermanfaat diberbagai bidang  Untuk memperoleh jenis-jenis informasi spasial diatas dilakukan dengan teknik interpretasi foto/citra,sedang referensi geografinya  diperoleh dengan cara fotogrametri. Interpretasi foto/citra dapat dilakukan dengan cara konvensional atau dengan bantuan komputer.Salah satu alat yang dapat digunakan dalam interpretasi konvensional adalah stereoskop dan alat pengamatan paralaks yakni paralaks bar.
Didalam menginterpretasikan suatu foto udara diperlukan pertimbangan pada karakteristik dasar citra foto udara.Dan dapat dilakukan dengan dua cara yakni cara visual atau manual dan pendekatan digital.Keduanya mempunyai prinsip yang hampir sama. Pada cara digital hal yang diupayakan antara lain agar interpretasi lebih pasti dengan memperlakukan data secara kuantitatif. Pendekatan secara digital mendasarkan pada nilai spektral perpixel dimana tingkat abstraksinya lebih rendah dibandingkan dengan cara manual. Dalam melakukan interpretasi  suatu objek atau fenomena digunakan sejumlah  kunci dasar interpretasi atau elemen dasar interpretasi. Dengan karakteristik dasar citra foto dapat membantu serta membedakan penafsiran objek – objek yang tampak pada foto udara. Berikut tujuh karakteristik dasar citra foto yaitu :

Bentuk
Bentuk berkaitan dengan bentuk umum, konfigurasi atau kerangka suatu objek individual. Bentuk agaknya merupakan faktor tunggal yang paling penting dalam pengenalan objek pada citrta foto.
Ukuran
Ukuran objek pada foto akan bervariasi sesuai denagn skala foto. Objek dapat disalahtafsirkan apabila ukurannya tidak dinilai dengan cermat.
Pola
Pola berkaitan susunan keruangan objek. Pengulangan bentuk umum tertentu atau keterkaitan merupakan karakteristik banyak objek, baik alamiah maupun buatan manusia, dan membentuk pola objek yang dapat membantu penafsir foto dalam mengenalinya.
Rona
Rona mencerminkan warna atau tingkat kegelapan gambar pada foto.ini berkaitan dengan pantulan sinar oleh objek.
Bayangan
Bayangan penting bagi penafsir foto karena bentuk atau kerangka bayangan menghasilkan suatu profil pandangan objek yang dapat membantu dalam interpretasi, tetapi objek dalam bayangan memantulkan sinar sedikit dan sukar untuk dikenali pada foto, yang bersifat menyulitkan dalam interpretasi.
Tekstur
Tekstur ialah frekuensi perubahan rona dalam citra foto. Tekstur dihasilkan oleh susunan satuan kenampakan yang mungkin terlalu kecil untuk dikenali secara individual dengan jelas pada foto. Tekstur merupakan hasil bentuk, ukuran, pola, bayangan dan rona individual. Apabila skala foto diperkecil maka tekstur suatu objek menjadi semakin halus dan bahkan tidak tampak.
Lokasi
Lokasi objek dalam hubungannya dengan kenampakan lain sangat bermanfaat dalam identifikasi.

Indonesia dikenal sebagai sebuah negara yang memiliki hutan tropik terluas ketiga di dunia, dengan ekosistem hutan,  flora dan fauna yang beragam serta merupakan sumber daya yang mempunyai peranan sangat penting untuk menunjang keseimbangan ekosistem alam. Namun seiring dengan pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi nasional, tekanan terhadap sumber daya hutan semakin meningkat.  Hal ini dapat dilihat dari tingginya tingkat deforestasi di negara ini.  Apabila hal tersebut tidak segera ditindak lanjuti, maka diperkirakan jumlah hutan di Indonesia tidak dapat mencukupi kebutuhan negara dalam kurun waktu 20 tahun mendatang.
Dengan dilaksanaannya kegiatan simposium nasional  ini, diharapkan dapat mempertemukan tenaga- tenaga ahli Geomatika (Geodesi) maupun disiplin ilmu lain, instansi-instansi terkait serta masyarakat umum sehingga diperoleh  kesepakatan maupun kerjasama antara berbagai pihak demi meningkatkan sistem penyediaan data dan strategi pengelolaan hutan yang ideal secara berkelanjutan, serta diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh elemen bangsa ini untuk  mempertahankan produktivitas hutan dalam jangka panjang sehingga dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan Negara.

TUJUAN
1.    Mengidentifikasi besarnya potensi dan ancaman-ancaman deforestasi sumber daya hutan yang dimiliki Indonesia.
2.    Sebagai fasilitator terjadinya komunikasi dan kerjasama dari semua pihak dalam usaha penyusunan arah kebijakan pengelolaan hutan yang ideal
3.    Tercetusnya  ide dan konsep pemikiran tentang teknologi  penyediaaan data, system pemantauan dan strategi baru pengelolaan hutan serta ekosistem yang ada didalamnya
4.    Menumbuhkan kesadaran masyarakat, bangsa dan negara tentang pentingnya menjaga dan melestarikan hutan

PELAKSANAAN
Hari/tanggal : Selasa, 24 Maret 2009
Pukul                : 08.00 s.d 16.30 BBWI
Tempat            : Ruang Sidang Pascasarjana Lt.3
Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Sukolilo, Surabaya – Jawa Timur

KEYNOTE SPEAKER :
H.M.S. Kaban, SE,M.Si (Menteri Kehutanan  Indonesia)*

PEMBICARA     :
1.    PProf. Dr. Aris Poniman (Kepala Deputi Bidang Survei Sumber Daya Alam BAKOSURTANAL)
2.    IIr. Nur Hidayat, Dipl.Ing ( Kepala Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN)
3.    PPof. Dr. Ir. Bangun MS,DEA (Dosen Teknik Geomatika dan Pakar Inderaja ITS)
4.    DIr. Mubariq Ahmad (CEO WWF Indonesia)*

*dalam konfirmasi

Biaya Pendaftaran :
PESERTA
Non PEMAKALAH

1.    Dosen/Mahasiswa           Rp. 60.000,00

2.    Umum                                  Rp. 75.000,00

PEMAKALAH
1.    Dosen/Mahasiswa           Rp.  150.000,00

2.    Umum                                  Rp. 200.000,00

Biaya pendaftaran dapat dikirimkan ke BNI 46 Kantor Cabang Urip Sumoharjo Surabaya
a.n Feny Arafah
No. Rekening 0131652719

Tulisan Sebelumnya »

Kategori