Oleh: geomatika07 | Desember 31, 2009

Istilah – istilah dalam pemetaan digital

a.  Transfoormasi Koordinat

Transformasi Koordinat adalah proses pemindahan suatu Sistim Koordinat ke Sistem Koordinat lainnya. Koordinat harus mempunyai acuan Posisi dan Arah. Dalam kasus ini dibatasi pembahasan Transformasi Koordinat Geografi ke Koordinat UTM dan sebaliknya.

Koordinat Geografi pada Proyeksi UTM mempunyai referensi Posisi Acuan dan arah yang sama yaitu Titik Pusat Proyeksi untuk posisi dan arah utara Grid di Meridian Pusat sebagai arah acuan.

b. Rubber Sheet

Rubber sheet adalah proses penyetingan data yang tidak seragam  berdasarkan pergerakan dari Ground Control Point (GCP) yang dimiliki ke sistem yang baru. Sebagai  contoh data yang didapatkan dari survey melalui udara dapat saja tidak akurat,ketidakakuratan ini tergantung pada ketelitian jalur terbang dan lensa kamera. Dengan membandingkan data ini dengan data survey darat yang akurat maka data survey udara (foto udara) dapat di rubbersheet terhadap data yang akurat dengan menggunakan titik kontrol atau monumen yang terdapat pada kedua data yang ada.

Software Autodesk Map melakukan rubbersheet dengan memindahkan titik sekutu yang anda spesifikasikan ke titik baru. Semakin banyak titik sekutu yang anda gunakan, semakin akurat hasilnya. Anda dapat memilih obyek secara manual, atau anda dapat memilih obyek yang melewati sheet yang asli. Berdasarkan pengalaman yang ada untuk bentuk dengan kurva yang kompleks semakin banyak titik sekutu yang digunakan maka perubahan yang proporsional menjadi semakin akurat. Ingatlah bahwa entitas AutoCAD yang memiliki bentuk dasar seperti lingkaran, lengkungan, dan ellips, mempertahankan bentuk aslinya

Proses rubbersheet bekerja hanya pada obyek yang masuk dalam sebuah project.Rubbersheet berfungsi untuk mengakuratkan data. Melaksanakan query untuk memasukkan sumber data dan melakukan rubbersheet pada dua peta. Jika anda telah menyiapkan sistem titik kontrol atau monumen, maka gunakan data ini sebagai referensi untuk merubbersheet peta lain.

c. Geocoding

Geocoding diartikan sebagai proses penyimpanan identifikasi lokasi menjadi bagian dari record data. Jika data telah di geocoding berarti pengidentifikasian telah di tambahkan pada record ke lokasi pada peta. Geocoding sebenarnya adalah proses penggabungan dua table dimana kedua table tersebut dapat dilakukan penggabungan karena memiliki field yang sama. Sebagai contoh disini kita memiliki dua table data, satu table merupakan table pelanggan dalam bentuk tabulasi data di suatu daerah (registr.dbf) dan satu table lagi adalah table peta wilayah tersebut (dcwashs.tab) dan dalam hal ini kita akan meletakkan posisi pelanggan pada sebuah peta. Disini digunakan free data pada tut data yang kita peroleh saat menginstall MapInfo Professional. Secara umum tahapan-tahapan yang dilakukan untuk melakukan Geocoding adalah :

  • Membuka file format di Base
  • Menghubungkan posisi setiap record data pada peta
  • Menampikan data ke peta

d. Rektifikasi

Proses rektifikasi adalah proses untuk pembetulan skala foto udara, agar peta foto yang dihasilkan mempunyai skala yang homogen sehingga sambungan antar lembar peta foto yang satu dengan yang lainnya, baik ke atas, ke bawah, ke kiri dan ke kanan bersambungan/berimpit dengan baik.Proses rektifikasi dapat dilakukan pada daerah yang relatif datar, sedangkan apabila daerah tersebut mempunyai perbedaan tinggi yang terlalu tajam/curam, maka proses rektifikasi tidak dapat dilakukan. Persoalan itu dapat dipecahkan dengan cara rektifikasi diferensial atau ortofoto

e. Image to Image Rektifikasi

Rektifikasi citra adalah metode yang baik untuk mendapatkan rektifikasi yang cepat dari pembangunan batas dan memperoleh pengukuran langsung pada bingkai rektifikasi; bagaimanapun metode ini menjadi tidak berguna saat batas bukan disusun oleh sejumlah kecil permukaan bidang yang berbeda; jumlah pengukuran yang diambil menjadi lebih relevan dan membutuhkan survey topografi. Kita mempelajari sebuah metode untuk pekerjaan dengan permukaan bidang yang berbeda dari batas pada bidang referensi tunggal  menggunakan pengukuran langsung yang terbatas untuk mengeliminasi distorsi di luar bidang, menjamin hasil survey dengan cepat.

Rektifikasi pada fotogrametri meliputi penentuan Ground Control Point atau GCP yang dihubungkan ke masing-masing foto sehingga pada hasilnya akan dihasilkan peta yang bagus. Titik-titik ini akan disamakan antara yang ada di foto dengan yang ada di peta saat digitasi.

Titik-titik yang dipilih pada foto dapat di-pas kan dengan yang ada pada DOQQ  (Digital Orthophoto Quarter Quad). Interseksi jalan dan beberapa kenampakan yang lain digunakan sebagi titik referensi. Kenampakan yang dipakai sebagai titik referensi lebih baik menggunakan kenampakan buatan manusia dari pada kenampakan alam. Bagaimanapun juga, pada beberapa keadaan kenampakan alam seperti pohon digunakan sebagai titik referensi atau Ground Control Point.

f. Image to Map Rektifikasi

Selain image to image atau dari citra ke citra rektifikasi juga dilakukan pada image to  map atau dari citra ke peta. Pada intinya prinsip yang dilakukan antara Image To Image dan Image To Map adalah sama.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: